ANNA SUNGKAR, 2020
Kisah Berakhirnya Kamus

26 x 42 x 22 cm
Kamus Oxford dan Bunga Kertas Hitam

KONSEP KARYA

Kamus adalah perangkat yang sedemikian penting di masa lalu. Dalam penggunaan sehari- hari, setiap rumah akan menyimpan kamus, karena dibutuhkan dalam hidup. Ketika sedang membaca atau menonton, muncul kata-kata asing yang belum tahu, dan mencarinya dalam kamus. Pengetahuan baru yang muncul harus dicatat, dan dicetak pada lembaran kertas dalam kamus. Dengan bertambahnya pengetahuan dan wawasan dunia, maka edisi terakhir suatu kamus akan semakin tebal.
Namun dengan masuknya era internet, semua perbendaharaan kata, baik yang lama ataupun baru, akan disimpan dalam memori pada server. Dan memori itu akan diperbaharui melalui aplikasi, sehingga selalu mendapatkan informasi yang ter-update secara online. Perubahan, updating dan perbaikan, dilakukan saat itu juga, tidak harus menunggu. Bandingkan dengan kamus di masa lalu, informasi terbaru akan dicetak pada tahun berikutnya. Dan harus membeli lagi kamus edisi baru agar perbendaharaan kata terupdate. Bayangkan berapa besar tempat dan ruang yang diperlukan untuk menyimpan semua kamus-kamus tersebut. Dengan kamus online, maka tidak perlu lagi membeli kamus yang tebal itu. Cukup meng-klik kata yang diperlukan pada google.
Kemudian kamus tidak dicetak lagi. Ia telah menjadi artefak purba yang ditinggalkan. Dari dalam tubuhnya muncul mawar hitam, sebagai tanda kepunahan. Mawar itu menyeruak dari lubang dalam kamus yang seperti kuburan. Ia masih mempunyai nilai guna, walau informasinya telah rapuh. Ibarat sebuah kembang yang tidak harum lagi, warnanya tidak merah ceria, namun hitam kematian.