DESY NURCAHYANTI, 2020
Lelakoning Seratan

145 x 55 x 6,5 cm
Buku Monograf, Kertas, Canting, Wajan, Lilin Batik, Pita Merah, dan Kain Batik Girilayu

KONSEP KARYA

Karya instalasi Lelakoning Seratan berasal dari Bahasa Jawa yang berarti kisah sebuah tulisan. Karya instalasi ini mewakili kisah atau cerita perjalanan terwujudnya sebuah tulisan buku. Perjalanan panjang lembar-lembar uraian tulisan dalam buku NILAI ESTETIK DALAM BATIK GIRILAYU, merupakan abstraksi tekstual dari nilai estetik lembar-lembar kain batik. Buku seperti layaknya kain batik, memerlukan proses atau tahapan sampai ke wujud paripurna. Tiga bentuk tersaji yakni canting- lilin batik-wajan, canting-kain batik, dan canting-buku merupakan simbol transformasi visual dari ide yang divisualisasikan dalam kain batik yang terabstraksi dalam sebuah buku. Canting adalah simbol dari alat tulis, ia mampu menari membentuk motif dan tajam ibarat pena untuk mengurai kisah. Arah ujung canting menukik ke kanan adalah simbol progresif atau kemajuan yang dinamis. Pita merah adalah penghubung perjalanan, eksistensi seratan atau tulisan dimulai sebelum ide muncul dan terus berlanjut setelah wujud buku, sebagai penggambaran awal sebelum awal dan akhir setelah akhir. Warna pita dan kertas putih adalah sangkan paraning dumadi atau awal terjadinya sebuah wujud dan perjalanan panjang perjuangan sebelum kata terminasi.