DHYANI HENDRANTO, 2020
Awakened Land

2:32 menit
Assemblage Sculpture, mixed media, animation 

KONSEP KARYA

Padi dan hasil perkebunan melambangkan pangan dan sandang yang merupakan kebutuhan pokok semua rakyat Indonesia tanpa melihat status atau kedudukan sepanjang masa termasuk pada zaman Indonesiaa belum merdeka. Hasil bumi melambangkan makanan pokok masyarakat Indonesia yang biasa dikonsumsi sehari-hari dan merupakan sumber kehidupan.

Sedangkan salah satu hama yang dikenal dengan nama belalang adalah sangat berbahaya bagi si petani. Belalang termasuk hama yang sangat liar dan hidup berkelompok. Sedangan mayoritas pekerjaan bangsa Indonesia pada zaman Belanda disamping buruh dan nelayan adalah petani. Sosok petani sangat lah menarik, petani adalah pahlawan bagi kita semua, berjuang, berusaha, bekerja keras untuk menjadi yang terbaik, itu semua sifat para petani. Bagaimana tidak, berbagai rintangan yang dia hadapi, dia tetap berjuang, dan berusaha untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Kebijakan kolonial Hindia Belanda adalah membawa produk pertanian dari Jawa yang subur ke pasar dunia, di mana produk-produk tersebut sangat dibutuhkan dan laku, tanpa mengubah secara fundamental struktur ekonomi pribumi. Sumber daya manusia tersedot ke dalam tanam paksa, demi mengisi kekososngan kas Belanda begitu pula lahan yang banyak beralih fungsi ditanami pepohonan yang masuk ke dalam kategori tanam paksa. Waktu petani tersita untuk memenuhi tanam paksa, dan tanaman pangan mulai terabaikan.Eksploitasi lahan secara terus-menerus itu membuat tanah kehilangan kesuburannya. 

Kolonialisme dan imperialisme yang diterapkan oleh pemerintah Belanda mengakibatkan perubahan masyarakat di berbagai bidang. Karena tujuan bangsa Belanda adalah untuk memperkaya kelompok dan bangsanya sendiri, banyak dari kebijakan yang berlaku merugikan masyarakat Indonesia di masa penjajahan.

Karya video art ini merupakan media yang unidimensional, yang merupakan sebagai satu gabungan yang menyeluruh dengan lambang-lambang lain dalam konteks tertentu. Suatu obyek mungkin bisa diwakili oleh penggunaan beberapa lambang jika lambang-lambang itu mampu menunjukkan kehadiran obyek tersebut. Misalnya, lambang-lambang yang dihasilkan melalui pergerakan anggota badan belalang diantara halaman buku yang menjadi saksi sejarah jaman kehidupan Hindia Belanda. Disini gerak objek belalang dan bentuk dari 3 dimensi buku yang dikemas dalam bentuk assemblage art menjadi suatu bentuk media baru digunakan untuk menunjukkan suatu makna pesan khusus . Dimana pergerakan belalang adalah merupakan gerak maknawi atau gerak gesture yang dikaitkan dengan sebagai lambang kegigihan perjuangan, kebebasan ketidakteraturan pemberontakan,ancaman sekaligus simbolisasi penyembuhan diri umat manusia untuk terus bergerak kearah pembaharuan.

Seni yang medium utamanya adalah media kertas ini menyandang dimensi raga dan nyawa, jasad dan jiwa. Karya 3 dimensi dalam video art ini menjadi tataran metafora kisah hidup dan mati manusia dalam peradabannya, mengungkapkan realitas hidup yang tersembunyikan juga menjadi wadah sebuah proses untuk menjadi sebuah pemaknaan baru.